Cara Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Bahagia

Menjadi ibu dan istri tak lantas membuat kita mematahkan mimpi dan kehilangan pencapaian diri.

Video dari instagram Glamourmag di atas menginspirasi saya untuk menulis artikel tentang cara menjadi ibu rumah tangga yang bahagia, tetap waras dan tetap berusaha untuk mewujudkan mimpi mimpinya.

Dulu awal awal jadi ibu rumah tangga bingung banget karena ga tau apa yg harus diperbuat. Biasanya kan schedule kita tertata dengan rapi ibarat rotasi bumi terhadap matahari yang istiqomah dan teratur ye kan?!

Biasanya kita di kantor dari jam 8-4 atau jam 5 lalu pulang tinggal leyeh leyeh dan istirahat. Waktu terasa cepat berlalu. Begitu jadi ibu rumah tangga kita jadi kehilangan keteraturan dan sehari berasa lama sekali. Ibarat buah, kayak buah semangka yang gelundang gelundung tanpa arahan.

Pekerjaan utama kita jadi terasa monoton seperti melayani suami, masak di dapur, bersih bersih dan mengerjakan hal hal domestik lainnya. Kalaupun ada acara di luar harus nunggu ijin suami dulu atau sekedar ikut acara suami.

Pada titik ini, dulu saya merasa kemerdekaan saya terenggut. Saya sendiri yang semasa kuliah biasa keluar rumah ikut kegiatan organisasi, kerja sampingan dan akhirnya kerja beneran habis lulus kuliah kemudian merasa seperti terperangkap ke dalam dunia baru sebagai ibu rumah tangga yang saya ibaratkan seperti penjara. Lebay banget ga sih?! hahahaha pantes aja saya stres waktu itu.

Belum lagi waktu itu saya “alhamdulillah” langsung dikaruniai momongan sehingga waktu glundang glundung sebagai istri yang masih “bebas merdeka” tanpa ekor aka anak, sangatlah sebentar saya rasakan. Waktu itu rasanya pengen protes karena udah ga pake pacaran lama, eh langsung harus repot ngurus anak dan suami.

Dulu saya anggap itu semua sebagai semacam beban, tapi kini alhamdulillah semua itu saya syukuri. Saya memang harus melewati masa stres, pra dan postpartum depression agar saya belajar. Kalau ga melewati masa masa berat itu, mungkin saya ga akan belajar, mungkin saya akan tetep jadi wanita ambisius tingkat dewa dengan goal goal tahunan yang bikin kepala panas.

Sebelum ketemu suami yang karakternya selow, saya memang tipikal orang dengan banyak target. Tapi sekarang alhamdulillah tingkat idealisme saya sudah berkurang banyak dan menjalani hidup dengan lebih selow. Lalu dikemanakan mimpi mimpi saya? Tenang, masih tersimpan rapi di hati dan terlantun dalam doa malam, sambil tetap diwujudkan sedikit sedikit di sela kesibukan momong anak, hasyeeek.

Untuk sampai di titik legowo dengan peran baru saya sebagai ibu rumah tangga sebagai lulusan universitas yang punya nama di Jogja yang kadang masih dinyiyiri karena “cuma” jadi ibu rumah tangga, berikut saya share cara jadi ibu rumah tangga yang bikin kita happy , ga stres dan menikmati setiap detiknya versi bundanisa ya:

1. Bikin jadwal . Jadwal ini bisa berupa jadwal harian, mingguan atau bulanan. Jadwal bisa berupa kegiatan domestik seperti kapan nyuci baju, kapan nyetrika, kapan playdate sama anak atau jadwal menu masakan selama seminggu disesuaikan sama kondisi tubuh dan kondisi keuangan kita. Jangan suka maksain diri kayak saya yang bikin jadwal melebihi kondisi tubuh yang akhirnya berakhir manis dengan opname di rumah sakit.

2. Cari mood dan mind booster buat kita setiap harinya.
Ini penting banget apalagi buat orang orang moody model saya. Mood booster saya tiap paginya adalah teh hangat, senyum anak anak, ciuman suami (yang ini kadang kadang sih sesuai mood suami juga🙈😝) atau lagu lagu India yang rancak. Karena ga setiap hari anak kita bangun dengan senyum kadang pake drama nangis dan guling2 di kasur maka harus ada musik india yg rancak atau lagunya nissa sabyan buat menghibur diri. Mind booster juga penting banget biar otak ga buntu dan stuck mikirin kerjaan rumah yang ga kelar kelar. Mind booster saya biasanya nulis, lihat youtubenya tedx atau baca baca artikel ringan tentang parenting.

3. Jangan lupa sisihkan waktu buat me time.
Ini paling penting sih menurut saya. Kita butuh mengisi energi buat diri kita sendiri. Jadi ibu rumah tangga itu kompleks. Kita harus sabar momong anak, ngerjain pekerjaan domestik yang seolah ga ada habisnya apalagi klo anak kita lagi aktif aktifnya. Me time itu ga perlu yang muluk muluk bisa dengan nonton film kesukaan atau pergi bersama teman. Syukur syukur suami mau jagain anak di rumah atau anak bisa dititip sebentar ke neneknya. Habis me time pasti kita jadi lebih berenergi untuk kembali menjalani peran kita sebagai ibu rumah tangga

4. Bersyukur dengan hal hal kecil.
Kalau dulu nih saya paling bersyukur kalau beasiswa yang saya apply tembus, menang sebuah lomba, bisa mbolang keluar kota, bisa beli laptop, atau beli baju baru yang jadi inceran di mol. Sekarang saya harus menurunkan idealisme saya itu. Mencoba legowo dan nrimo lalu bersyukur dengan hal hal kecil di sekitar saya. Misalnya lihat anak sehat dan bangun tidur dengan senyum sumringah, atau lihat suami pulang kerja tepat waktu atau bisa bermain bersama anak dan suami sudah bikin saya bahagia banget

5. Cari lingkungan yang positif dan mendukung.
Jauhi toxic people yang sukanya nyinyir sama kehidupan kita, sama cara mengasuh anak kita, sama pilihan kita yang “cuma” jadi ibu rumah tangga. Cari teman yang positif, ga suka nggosip (meskipun susah ya karena wanita mah emang hobi ngegosip). Berteman dengan teman yang anti nyinyir, memghargai pilihan kita, dan saling sharing tentang ilmu dan pengalaman yang positif.

6. Hindari membandingan.
Ini nih penyakit emak emak yang suka banget ngebandingin hidupnya dengan orang lain. Lihat anak temen udah bisa lancar ngomong sedang anak kita belum terlalu lancar bicara, lalu kita baper. Lihat tetangga beli kulkas, hati kita panas. Menyiksa banget hal hal begitu. Makanya kita harus berusaha istiqomah dan qonaah dengan apa yang kita punya, biar hidup tenteram dan nyaman. Semua orang kan sudah punya jatahnya masing masing, yo wes nikmati aja apa yang kita punya tanpa harus iri sama ibu ibu lainnya.

7. Turunkan gengsi.
Gengsi itu kayak sumber penyakit ga sih, demi gengsi orang rela berhutang sana sini. Demi tampil kece di kumpulan arisan atau acara kawinan, kita sampe rela beli emas rentengan, nyewa baju dan pergi ke salon misalnya. Kalau saya sih mending tampil apa adanya dan ga nguras tenaga sama keuangan kita. Demi terlihat kaya lalu mengarang cerita halu pada ibu ibu lainnya. Haduuh capek kayak gini mending opo anane alias apa adanya tanpa gengsi berlebihan

8. Kembangkan hobi.
Tinggal lihat hobi kita apa, bisa memasak, fotography, nulis atau bikin kerajinan. Dikembangkan saja siapa tau bisa jadi jalan untuk dapet penghasilan di rumah tanpa perlu ninggalin kewajiban momong anak dan melayani suami

9. Ikut kegiatan volunteer dan organisasi lalu berkontribusilah
Ga tau kenapa kalau kita mau berbagi itu rasanya lebih bahagia aja. Jangan mentang mentang sibuk sama anak dan suami kita jadi lupa berbagi hal positif untuk lingkungan kita

10. Jangan lupakan mimpi mimpimu bunda
Kita berhak bermimpi dan kita tetap harus berusaha mewujudkan impian kita. Kalau target kita misal 5 tahun kedepan impian kita tercapai dan ternyata mundur karena dapet momongan misalnya, tidak apa apa bunda. Santai saja, jalani dengan syukur sambil tetap nyicil untuk meraih impian kita di sela sela pekerjaan rumah tangga. Kita berhak kok untuk punya personal fulfillment dan mengikuti mimpi mimpi kita tanpa melupakan kodrat sebagai istri dan ibu. Kayaknya gampang banget ya saya nulisnya padahal prakteknya butuh usaha extra. Yuk moms saling menguatkan.

Ini aja ya moms cara ringan untuk jadi ibu rumah tangga yang selow, bahagia, dan semoga mampu mewujudkan impian serta bermanfaat bagi lingkungan. Semoga bermanfaat.

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!