Cara Menyapih dengan Mudah

Masa masa menyusui bagi ibu itu sungguh nikmat sekaligus perih. Kadang digigit, kadang bengkak, kadang bikin ibu demam dan lain lain. Nikmatnya juga luar biasa, saat bisa menyusui langsung, melihat si kecil minum dengan lahap dan melihat wajah mungilnya sungguh itu nikmat luar biasa bagi seorang ibu.

Menyusui dan menyapih bagi saya jadi sebuah seni. Karena seni, ia melibatkan rasa antara ibu dan anaknya. Mencipta aliran cinta antara ibu dan anak.

Setelah dua tahun atau enam bulan menyusui, tiba saatnya untuk proses menyapih. Saya sendiri memulai proses menyapih Nisa di usia dua tahun. Tentu tidak langsung berhenti menyusu. Baru di usia 2,3 bulan Nisa resmi tak menyusu lagi. Proses menyapih tanpa drama, tanpa harus pake betadine di puting atau sejenisnya.

Berikut saya coba share cara mudah menyapih dengan cinta:

1. Persiapkan sejak jauh jauh hari. Proses menyapih bukan proses yang instant bunda, butuh pendekatan atau love approach sejak 3-6 bulan sebelumnya.

2. Ajak ngobrol si kecil. Setiap kali si kecil menyusu, coba ajak ngobrol seperti: ” Nak, Nisa udah mau dua tahun lho, nenennya harus berhenti ya, kan udah gede, malu kalau masih nenen terus.” Lakukan terus menerus sampe si kecil paham dan mulai bereaksi. Reaksi Nisa waktu itu setelah tiap hari saya bicara seperti itu adalah: “Ma, no no no” sambil menggeleng-gelengkan kepala saat ia mau menyusu. Lalu lama kelamaan ia hanya memegang payudara ibunya sambil bilang “No no no” yang berati harus berhenti menyusu

3. Biarkan ia bermain dengan nenen ibunya tapi setiap kali ia mau menyusu peringatkan si kecil bahwa ia sudah besar dan sudah saatnya berhenti nenen. Nisa sendiri sampai sekarang masih suka main nenen tapi tidak mau menyedotnya karena selalu diperingatkan

4. Berikan pengalih. Saya sendiri mulai memberikan susu formula kepada Nisa saat ia usia 2 tahun, tepat 3 bulan sebelum ia benar benar berhenti menyusu yaitu di usia 2,3 bulan. Pengalih ini penting agar ia tidak minta nenen lagi. Pengalih bisa berupa susu formula, air putih, air kelapa muda atau bahkan dengan bermain bersama agar ia teralihkan dari keinginan untuk menyusu

5. Lihat kesiapan anak. Masing masing anak tentu berbeda. Ada yang siap disapih saat usia 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 3 tahun. Tapi saat si kecil sudah mulai mengerti instruksi, sebaiknya mulai diapproach untuk mulai disapih

6. Jangan gunakan cara yang keras atau drama yang lebay. Bila proses menyapih belum menampakkan hasil, jangan kemudian memaksa anak bunda. Biarkan proses menyapih mengalir penuh cinta tanpa drama, tanpa olesan betadine di puting, atau cara cara manipulatif lainnya. Biarkan anak belajar dengan alami dan mengalir.

Alhamdulillah cara cara tersebut di atas telah saya praktekkan dan berhasil dengan sangat mudah dan indah. Tapi sekali lagi proses menyapih anak tentu berbeda satu dengan yang lainnya. Berproseslah dengan penuh cinta.

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!