Cara Sederhana untuk Bahagia

Bunda kali ini saya akan berbagi mengenai 7 cara sederhana agar kita bisa berbahagia. Tak perlu muluk muluk, cukup dengan menelaah diri kita sendiri dan orang-orang terdekat di sekitar kita.

sumber: pixabay

Bunda, selama bertahun tahun para psikolog mencoba untuk membedah dan mencari tau apa yang sebenarnya membuat manusia benar benar bahagia. Jawabannya ternyata sederhana bunda, segala hal yang berupa tindakan positif dapat mempengaruhi kebahagiaan kita. Berikut 7 hal positif yang dapat membuat kita lebih bahagia:

1. Nikmati setiap moment dalam hidup.

Live your life now. Nikmatilah saat ini, moment ini, tanpa khawatir akan masa depan atau penyesalan akan masa lalu. Coba hentikan rasa terburu buru. Perhatikan si kecil yang sedang bermain dan nikmati betapa indahnya masa masa ini. Bahkan, ketika anak menumpahkan sesuatu, nikmati membereskan tumpahannya atau nikmati membereskan mainan bersama si kecil. Bila si kecil jatuh maka peluklah dan nikmati pelukan itu tanpa harus marah marah misalnya. Nikmati setiap moment yang sedang kita jalani saat ini.

2. Memiliki teman dan keluarga.

Mereka yang bahagia umumnya memiliki keluarga yang bahagia, teman, atau jalinan hubungan yang mendukung untuk lebih bahagia. Berdamailah dengan masa lalu. Maafkan diri kita sendiri yang dulu mungkin pernah melakukan kesalahan besar dalam hidup. Maafkan bapak ibu kita jika mereka meninggalkan bekas luka di hati. Toh kita sekarang sudah jadi orang tua bukan?! Kita pasti tau bahwa tidak mudah menjadi orang tua dan tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini.

Cintai keluarga kita apa adanya dan tulus. Cobalah untuk bersikap yang baik pula dengan mertua kita, supportlah suami meskipun kadang ia harus lembur bekerja hingga larut dan bahkan meninggalkan keluarga sejenak untuk menunaikan kewajiban pekerjaan.

Begitu pula milikilah teman yang baik dan supportive yang tentu akan membawa pengaruh positif bagi diri kita. Dan untuk mendapatkan teman yang positif, kita yang terlebih dahulu harus menjadi positif. Karena insyaalloh orang yang baik akan didekatkan dengan teman yang baik pula; laksana magnet yang saling tarik menarik. Semua tentu butuh proses tapi sekali lagi berproseslah dengan penuh kesadaran, dengan segala duka dan bahagia.

3. Pergi ke luar rumah dan berolahraga

Obat suntuk dan stress dengan biaya yang murah. Saya sendiri bukan tipikal yang rajin berolahraga, tapi paling tidak dua minggu sekali saya menyempatkan lari lari di lapangan dekat lokasi car free day di daerah saya. Saya berusaha menyempatkan diri berjalan-jalan keliling kompleks bersama anak saya dua hari sekali.

4. Puas dengan sedikit uang

Nah ini bun yang susah buat kita kaum hawa. Sesungguhnya bunda, semakin kita mencari kepuasan dengan barang barang mahal , malah akan semakin sedikit kepuasan yang dapat kita rasakan. Karena ini ibarat minum air laut, yang justru malah semakin membuat haus terus menerus tanpa terpuaskan. Kita tentu butuh belajar untuk point yang satu ini. Saya sendiri oleh suami dilatih dengan uang belanja yang tidak terlalu banyak agar saya belajar puas dan ikhlas dengan pemberian yang jumlahnya sedikit; “belajar prihatin di tanah rantau” kata suami. Dari belajar menghargai yang jumlahnya sedikit ini, insyaalloh kita akan jauh bisa lebih bersyukur dan menghargai setiap pemberian baik itu sedikit atau banyak.

5. Berhenti membanding bandingkan

Membanding bandingkan dengan orang lain dapat menurunkan rasa percaya diri kita dan merusak kebahagiaan. Coba untuk fokus dengan keberhasilan dan pencapaian diri kita sendiri. Contoh sederhananya, kalau lagi ikut lomba nulis ya bun, kita ga perlu membandingkan karya kita dengan yang lain. Karya orang lain yang kita baca jadikan hanya sebagai referensi bukan pembanding, dan fokus pada memperbaiki tulisan kita yang mungkin belum baik.

Saya sendiri dulu juga hobi membandingkan keadaan diri saya dengan tetangga. Misalnya, “wah kok tetangga anaknya jarang rewel ya?”, atau hal remeh lainnya seperti “wah kok enak ya temen saya kalau suaminya dinas luar kota selalu diajak sedangkan saya tidak?” Padahal setelah saya telaah ternyata anak yang jarang rewel itu, sekalinya rewel bisa menghebohkan dunia. Sedang suami yang ga mau ajak saya ikut dinas karena punya maksud untuk melatih saya lebih mandiri bersama si kecil di rumah, karena tidak mungkin jika saya terus terusan akan ikut dinas ke luar kota. Butuh proses memang, tapi sekali lagi kita harus menikmati proses itu lengkap dengan tangis dan tawa yang menyertainya.

6. Tersenyum bahkan saat kita tidak ingin senyum sekalipun

Dengan tersenyum ramah dan tulus kita akan terlatih menjadi pribadi yang optimistis dan positif. Di jogja, istilahnya gapyak atau murah senyum. Ibu saya selalu mengajari ini. Bagaimana kalau bertemu orang, kita sebaiknya tersenyum, kalau lewat di depan orang yang sedang duduk duduk di jalan bilang permisi atau nuwun sewu, dan lain lain. Bukankah senyum juga sedekah, bukankah dengan senyum membuat suasana menjadi cair dan lebih menyenangkan?! Jadi mengapa harus tidak tersenyum jika kita bisa melakukannya?!

7. Mengucapkan terimakasih dengan tulus

Membiasakan diri bersyukur dan berterimakasih membuat hidup kita lebih sehat, optimistis dan memiliki perkembangan yang jelas untuk meraih tujuan hidup. Jangan segan untuk bilang terimakasih bahkan untuk bantuan sekecil apapun. Bersyukur membuat nikmat menjadi makin berlipat. Tentu bersyukur di sini tidak hanya berupa ucapan di mulut tapi juga termanisfestasikan dalam laku sehari hari.

Mudah mudahan ya bun kita bisa senantiasa berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bahagia dari hari ke hari, aamiin.

Karena kebahagiaan itu tergantung pada bagaimana diri kita sendiri yang mengusahakannya.

Bunda Nisa

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

6 Responses

  1. Mama aiman says:

    Arghh…menginspirasi..😍😍😘

    • bundanisa says:

      Hahahahah, sama sama ya bun kita saling belajar dan saling menginspirasi. Karena semua guru semua murid☺️☺️☺️

  2. Nanie says:

    Poin 4 dan 5 itu susah sekaliiiii

  3. Ghina says:

    Waaaah kereeen mba atiq.. Apa kabarnya dek nisa? Udah gede ya skrg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!