Kerepotan yang Indah

Dear bunda,

Apakabar? Mudah-mudahan selalu sehat ya bun. Kali ini saya akan bercerita mengenai kerepotan yang awalnya begitu melelahkan dan membosankan tapi akhirnya indah buat saya.

Awal akan menjadi ibu, saya memang sempat mengalami syndrom PPDL. APA ITU SYNDROM PPDL bisa dibaca di
Sini

Saat itu saya benar benar merasa belum siap menjadi ibu dengan segala kerepotan yang menanti di ujung pintu bernama parenthood. Saya masih ingin sekolah lagi, pacaran halal dengan suami, jalan jalan berdua, dan segenap aktivitas lainnya yang menyenangkan tanpa kerepotan. Hingga tiba saat saya hamil dan melahirkan dengan masih membawa beban syndrom berkepanjangan. Tapi alhamdulillah berkat bantuan Allah SWT, keluarga, teman dan sahabat saya bisa melalui syndrom mengerikan tersebut.

Babak kedua dari fase saya menjadi ibu, tidaklah mudah. Saya yang terbiasa tidur molor, nonton film berjam jam, ikut organisasi dan berada di luar rumah sampai malam, tiba tiba harus menghentikan semua kegiatan itu dan fokus pada mengurusi anak dan suami. Sungguh masa masa yang berat kala itu. Tidak hanya itu,saat saya dibawa ke Mkassar, Nisa waktu itu masih berumur sekitar 7 bulan, dan saya sempat takut,khawatir dan panik. Bagaimana bisa saya mengurus Nisa tanpa bantuan ibu atau kakak saya di Jogja?

Awal awal pindah ke Makassar saya masib sering menangis setiap malam. Belum lagi kalau suami sudah berangkat kantor, rasanya sepi sekali di rumah. Saya tidak betah dan kembali merasa stress. Hingga akhirnya saya menemukan teman teman dan komunitas yang mendukung dan memberi dampak positif bagi kepercayaan diri saya dalam menjalaninperan sebagai ibu baru di tanah rantau.

Di sini, saya hidup bertiga bersama suami dan anak saya yang begitu lucu dan menghibur saya selalu. Tanpa nanny saya jalaninperan merawat anak bersama suami. Porsinya tentu lebih besar saya. Kerepotan yang dulu saya benci, berubah menjadi suatu hal yang saya cintai.

Kerepotan Hakiki

Kalau ditanya sekarang apa hal yang paling repot? Pasti saya masih menjawab mengurus anak dan suami serta pekerjaan pribadi harian dalam waktu yang bersamaan. Ketika saya harus memandikan Nisa, lalu lanjut dengan mencuci piring dan baju yang kotor, lalu menyiapkan sarapan untuk suami, lanjut mandi dan memegang tablet untuk menyelesaikan beberapa deadline tulisan. Makan? Tentu saya sering terlambat. Tidur? Jangan tanya lagi, waktu tidur saya berkurang drastis bunda. Bisa tidur sehari 5 jam saja perhari saja saya sudah sangat bersyukur.

Tapi alhamdulillah semenjak nisa mulai menirukan setiap aktivitas saya, saya mulai terbantu olehnya. Meskipun tidak banyak, tapi Nisa selalu membantu saya mematikan kompor ketika air mendidih, mengulek bumbu ketika saya memasak (meskipun hasil ulekannya tidak lulus fit and proper test), atau sekedar melipat baju dan memasukkannya ke loker tanpa di tata (hingga saya harus mengulangi melipat dan menatanya sendiri). Bahkan ia bisa saya tinggalkan untuk mengerjakan pekerjaan lain, di saat Nisa saya sodori buku dan pensil warna. Ia mulai menunjuk nunjuk buku ceritanya dan mulai gemar mewarnai kertas kosong.

Tapi itu semua terasa menyenangkan, melihat ia tumbuh fan berkembang serta perlahan membantu aktifitas harian saya. Sungguh ini adalah nikmat yang luar biasa.

Ketika anak mogok makan

Problem yang saya hadapi mungkin sama dengan problem ibu ibu lainnya, yaitu anak yang enggan makan, apalagi makan nasi. Nisa pun demikian, setiap kali saya sodori dengan nasi dan lauk yang menggugah seleranya, pasti ia akan memilih untuk memakan lauknya saja, nasinya ia tinggalkan begitu saja.

Tak hanya itu, setiap ada sayuran, pasti dia akan menjauhkan sayuran dari mulutnya. Nisa yang begitu aktif main lari larian can lain sebagainya, tentu itu menguras energinya, sehingga dia membutuhkan asupan gizi yang memadai selain nasi.

Karena itu kadang saya mengganti nasi dengan kentang, ubi, puding, atau roti. Variasi makanan menjadi sangat penting untuk diberikan, agar si kecil selalu ngemil dan tidak kelaparan. Selain itu saya berikan ia madu hutan dan ikan sidat yang khasiatnya luar biasa untuk anak. Saya tidak perlu mencari madu hutan langsung atau ikan sidatnya, semua sudah praktis saya dapatkan dari gizidat.

Segudang manfaat dari sebotol Gizidat

Gizidat memiliki kandungan : madu hutan, ektrak ikan sidat, ektrak temu lawak dan probiotik. Ada 4 komposisi utama. Yang menarik dari Gizidat adalah penggunaan madu hutannya. Madu hutan tentu berbeda dengan madu ternak.

Lebah madu hutan, mengambil nektar dari berbagai macam jenis pohon di hutan (multiflora). Sedangkan lebah ternak dari satu jenis pohon utama (uni flora) tergantung dari musim buah atau bunga. Hal ini yang membuat madu hutan lebih mahal dan lebih bagus khasiatnya. Madu hutan merupakan kategori madunorganim yang nol kontaminasi, karena benar benar alami dan dipanen langsung dari hutan.

Selain itu lebah hutan hanya mengambil makanan langsung dari alam sedangkan lebah ternak mempunyai periode di mana harus diberi gula sebagai sumber pakannya. Bukan hanya itu, sarang lebah hutan berupa sisiran yang menggantung di pohon, batu, gua dan lainnya. Sedang lebah ternak berada dalam kotak.

Madu hutan teksturnya agak lebih cair dibanding madu ternak, ini karena kontur hutan lebih basah sehingga memengaruhi madu yang dihasilkan mengandung lebih banyak air.

Selain madu hutan, gizidat diperkaya dengan ekstrak ikan sidat. Ikan sidat merupakan salah satunjenis ikan yang dipercaya kaya gizi serta omega 3 yang tinggi. Di dalam tradisi China kuno, ikan ini disebut dengan ginseng air, karena memang kandungan gizinya yang luar biasa. Diantaranya:
1. Vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
2. Vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
3. Vitamin A, 4t jali lipat susu sapi
4. Kandungan zink, 9 kali lipat susu sapi
5. Kaya akan omega 3,6,dan 9 yang baik bagi otak

Ekstraksi minyak ikan sidat juga terbukti lebih tinggi kandungan protein serta albumin jika dibandingkan dengan yang terdapat dalam ikan salmon serta ikan gabus.

Mengkonsumsi ikan sidat akan menyempurnakan proses tumbuh kembangnya, meningkatkan perkembangan otak, mata dan meningkatkan daya tubuh anak.

Tak hanya itu bunda, Gizidat juga diperkaya dengan temulawak yang memiliki fungsu untuk menjaga kekebalan bagi tubuh, menekan tumbuhnya parasit dan mencegah hepatitis.

Alhmdulillah setelah si kecil rutin mengkonsumsi Gizidat, nafsu makannya bertambah, jarang sakit, percernaannya bagus, lebih mudah memahami hal hal di sekitarnya, serta aktif dan energik.

Dengan rutin memberikan Gizidat, kerepotan kerepotan menjaga buah hati, rasanya tidak begitu berarti lagi. Kerepotan yang dijalani terasa manis, jika kita melihat anak kita tumbuh optimal, aktif dan energik. Sebagai tambahan ada beberapa tips juga buat bunda untuk menjaga kesehatan si kecil, diantaranya:

1. Perbanyak minum air putih.
2. Jam tidur anak cukup
3. Makan buah dan sayur
4 Rutin mengkonsumsi madu, utamanya Gizidat yang mengandung madu hutan
5. Batasi aktivitas jajan di luar rumah
6. Makan teratur (higienis dan bergizi)
7. Menjaga perasaan anak tetap bahagia dan senang
8.Sebisa mungkin jauhkan anak dari paparan rokok debu dan polusi.
9.Perbanyak aktifitas yg menyenangkan di dalam rumah.
10. Menjaga kehangatan tubuh anak jika udara dingin
11. Biasakan cuci kaki dan tangan sehabis bermain
12. Ganti baju yg basah saat keringat sehabis beraktifitas

Mudah mudahan ulasan dan tips di atas bermanfaat ya bun.

Sumber:

https://www.kompasiana.com/astridrani89/review-lengkap-gizidat-vs-vitabumin_597c4cb0ba2beb3e3319d0d2

https://www.google.co.id/amp/s/manfaat.co.id/manfaat-gizidat/amp

https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/o3nt7y384

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!