Minimalkan Larangan untuk Tumbuh Kembang Si Kecil yang Optimal

Hai bunda,

Saya sedikit mau cerita tentang pengalaman masa kecil saya. Saya masih ingat ketika dulu saat duduk di bangku TK, ibu sering melarang saya mencoba hal hal baru. Masih terekam kuat dalam ingat saya, kala itu ibu melarang saya membantu beliau memasak.

Hal tersebut dikarenakan ibu khawatir jika saya bermain pisau atau menyalakan kompor sendiri. Hingga akhirnya saya jadi tidak bisa masak hingga dewasa. Kekagetan begitu terasa ketika saya menikah dan harus memasak untuk suami. Beruntung karena banyak aplikasi resep masakan yang beredar di dunia maya.

Dampak Buruk Larangan yang Berlebihan

Bunda, apapun yang berlebihan pasti tidak baik bagi kita, termasuk terlalu khawatir dan melarang si kecil untuk melakukan ini itu. Bereksplorasi dengan hal hal yang baru menjadi jalan bagi tumbuh kembang si kecil untuk mencapai keberanian dan kemandirian.

Saya masih ingat ketika anak tetangga saya ketakutan dengan mobil dan motor yang mendekatinya dikarenakan selalu diteriaki oleh neneknya dan dilarang untuk dekat dekat dengan moda transportasi tersebut. Anak tetangga juga dilarang memegang semut dan bereksplorasi dengan binatang yang menyebabkan ia selalu ketakutan terhadap serangga.

Larangan kita akan menjelma menjadi ketakutan pada anak dan ini yang menyebabkan si kecil menjadi tidak kreatif, sulit mandiri dan takut dengan hal hal disekitarnya yang sejatinya bisa dieksplore dan menghasilkan manfaat.

Sejatinya, larangan diciptakan untuk melindungi, tetapi jika digunakan secara berlebihan dan tanpa pengetahuan yang baik akan sangat berbahaya bagi tumbuh kembangnya.

Larangan memang diperlukan sebagaimana pemberian kebebasan. Dua hal ini perlu diberikan dengan kadar yang seimbang. Sebaiknya larangan dibuat untuk melindungi dan mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Begitu juga dengan kebebasan, diberikan untuk menumbuhkan kreatifitas,keberanian dan kemandirian dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan si kecil. Tentu bukan kebebasan bereksplorasi yang kebablasan ya bunda.

Di lansir dari situs sayangianak.com saya mencoba merangkum bahaya melarang anak berdasar fase usia si kecil:

1. Bahaya banyak Melarang Usia 0-1 tahun yaitu akan mengganggu perkembangannya. Si kecil tidak dapat bereksplorasi dengan lungkungannya. Misalnya, usia seperti ini anak suka memasukan barang yang dipegang kedalam mulut, tujuannya adalah “belajar”. Apa yang dirasa dari mulutnya akan di masukan sebagai database dalam otaknya, sehingga yang bebrkembang bukan saja tubuh tetapi otaknya. Larangan pada fase ini akan menghambat perkembangannya.

2. Bahaya banyak Melarang Usia 1-2 Tahun yaitu si kecil menjadi kurang kreatif. Anak kesulitan mendapatkan jalan keluar karena sering dilarang. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah meminta bantuan orang dewasa dan akhirnya si kecil menjadi manja dan kurang kreatif.

3. Bahaya banyak Melarang Usia 3-5 tahun, si kecil menjadi kurang inisiatif. Ia baru bergerak jika ada yang menyuruh atau memberi perintah karena sudah terpola di 3 tahun awal hidupnya, tak ada dorongan dari diri sendiri untuk bertindak. Pada akhirnya semua potensi yang dimilikinya pun tak dapat tergali.

4. Bahaya banyak Melarang Usia 6-8 tahun yaitu si kecil menjadi tidak percaya diri. Hal tersebut dikarenakan kurangnya ketrampilan yang dimiliki si kecil. Ia tumbuh jadi pribadi penakut dan pasif; hanya mengekor teman-temannya, tak bebas menentukan nasibnya sendiri karena semua selalu didikte oleh orang tuanya.

5. Bahaya banyak melarang Usia 9-12 Tahun yaitu Prestasi Akademik Rendah, beberapa kemampuan dan kelebihannya terkubur begitu saja karena ia tak mampu mengasah dan menempanya. Bagaimana anak mau mengasah ketrampilan kalau banyak dilarang?

Larangan tentu sangat dibutuhkan agar anak tidak terjerat hal negatif. Tapi larangan harus di hindari ketika berkaitan dengan kegiatan yang positif.

Dancow Explore Your World

Dancow sebagai salah satu penyedia produk susu pertumbuhan anak anak sangat mengerti akan bahaya larangan yang berlebihan. Dancow sebagai salah satu produk susu pertumbuhan terkemuka di Indonesia menyediakan perlindungan extra agar si kecil bisa bereksplorasi sesuai fase pertumbuhannya, agar hal hal negatif di atas dapat dihindari.

Dancow membuat sebuah acara yang bertajuk Dancow Explore your world dengan tagline iya boleh dan Dancow lindungi untuk memberikan pengetahuan terkait tumbuh kembang anak dan wahana bermain yang bisa dieksplore si kecil.

Berlangsung di mall panakukang tanggal 7-8 oktober kemarin, Dancow mengajak para bunda untuk memberikan kebebasan anak bereksplorasi tanpa takut karena Dancow yang akan melindungi si kecil dengan formula excelnutriplus nya.

Di acara ini disediakan 4 zona bermain yaitu zona Art Centre untuk mengembangkan kreatifitasnya, zona play park untuk untuk mengasah kemampuan motoriknya, zona smart city untuk mengasah kemanpuan memecahkan masalah dan zona central park untuk bereksplorasi mengenai berbagai macam hewan secara virtual.

Menghadirkan Shahnaz Haque sebagai moderator acara talkshow parenting bersama dengan psikolog Ratih Ibrahim yang memaparkan pentingnya cinta kasih bunda dan ayah pada masa eksplorasi, nutrisi dan stimulasi yang menjadi landasan bagi terciptanya keberanian dan kemandirian si kecil. Wujud cinta kasih tersebut adalah dengan mengatakan iya boleh dan memberi kepercayaan pada si kecil untuk bereksplorasi.
Nutrisi yang membantu si kecil untuk lincah bereksplorasi bisa diberikan dalam bentuk pemberian susu pertumbuhan yang tepat dan stimulasi dengan memberikan dorongan bereksplorasi dan mengajak si kecil ke wahana bermain di luar rumah yang merangsang rasa ingin tahunya.

Dokter Bernie selaku pembicara berikutnya mengatakan bahwa dalan pertumbuhan anak ditandai dengan bertambahnya berat badan,tinggi badan dan volume otak anak. Di usia keemasan pertumbuhan otaknya, si kecil harus diberikan nutrisi seperti protein,kalsium,minyak ikan, omega 3 dan 6 serta lactobasilus rhamnosus yang merupakan bakteri baik yang melindungi anak saluran pernafasan dan saluran cerna si kecil. Semua nutrisi ini ada di Dancow, karena itu, bebaskan si kecil untuk bereksplorasi karena Dancow yang akan melindungi.

Pada akhirnya bunda, kitalah yang bisa memberi dasar bagi keberanian dan kemandirian si kecil sejak dini. Pilihan itu ada di tangan bunda, apakah akan terus melarang dan membatasi keingintahuan si kecil atau justru memberikan kebebasan bagi si kecil untuk bereksplorasi. Selalu mengatakan iya boleh atau jangan, semua itu bunda dan ayah yang tentukan.

Bunda Nisa

bundanisa

Seorang ibu biasa dengan segudang mimpi luar biasa

You may also like...

7 Responses

  1. Memang banyak larangan kepada anak berpengaruh kepada perkembangan fisik & psikisnya.
    Good article 👍

    • bundanisa says:

      Iya kak, saya pernah ngalamin soalnya, ga enak bgt apa apa dilarang meskipun tujuannya baik. Makanya Nisa ga akan banyak saya larang kecuali untuk hal hal negatif dan membahayakan.

  2. Abby Onety says:

    Kinintak takut laginbilang “IYA BOLEH” untuk si kecil. Dengan demikian si kecil bisa mengeksplorasi diri

  3. Mugniar says:

    Masya Allah, eksplorasi Bunda Nisa lengkap. Tulisannya juga memberikan tambahan wawasan. Keren 😊
    Semoga kita semua tetap belajar jadi ibu yang memberikan kebebasan bagi anak utk bereksplorasi yaa

    • bundanisa says:

      Iya kak,semoga kita bisa menjadi orang tua yg memberikan kebebasan positif pada anak tanpa rasa khawatir untuk bereksplorasi di masa tumbuh kembangnya.

  4. Nanie says:

    Wah lengkap dibahas, sukaaaa. Saya juga yg termasuk mengalami banyak larangan waktu kecil, jadinya ya kurang pede. Bergabung di komunitas sedikit banyak membantu untuk lebih luwes dalam bergaul 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!