Seni Membaca Nyaring dengan Let’s Read untuk Anak Anak.

Hai bunda, dulu waktu anak anak seneng ga denger cerita dongeng dari guru kita? Saya paling seneng kalau guru saya sudah mulai membaca dongeng saat saya duduk di bangku TK dulu. Di madrasah ibtidaiah (setingkat SD), ada juga pelajaran seni kebudayaan Islam yang isinya cerita tentang kehidupan jaman rosul dan sahabat. Saya benar benar dibuat terkesima oleh kemampuan membaca nyaring guru saya. Ceritanya mengalir, intonasinya tepat dan renyah di dengar. Aaaaah paling suka dengan pelajaran seperti itu.

Seolah ingin mengulang masa masa belajar yang menyenangkan, saya pun ikut mengadopsi tehnik bercerita guru guru saya jaman dulu kala. Yup mendongeng atau bercerita dengan nyaring benar benar membekas di benak saya. Saya masih ingat dan hafal betul bagaimana guru TK saya bercerita tentang dongeng si kancil atau guru saya yang bercerita nyaring tentang kekayaan dan kedermawanan Abdurrahman bin Auf.

Menghidupkan dongeng melalui cerita bergambar

Kini, anak anak di rumah saya perkenalkan dongeng dongeng dari buku buku bergambar yang atraktif dan berwarna warni. Memang saat ini anak anak lebih banyak disuguhi tontonan YouTube tapi saya tetap memilih untuk kembali mengenang masa masa indah tumbuh bersama dongeng-dongeng indah dari guru guru saya dulu. Alhamdulillah anak anak kelihatan antusias dan senang sekali membolak balik buku dongeng bergambar yang saya berikan. Setelah mereka puas melihatnya, saya mendongengkannya dengan teknik membaca nyaring. Selama beberapa menit mereka bisa fokus mendengarkan namun memang ga lama. Karena banyak distraksi dan gangguan. Namanya juga anak anak ya bun susah bener disuruh fokus dalam jangka waktu lama😅

Buku buku bergambar ini sangat membantu saya dalam upaya mengurangi screen time anak anak. Dongeng bergambar tersebut mempermudah anak untuk membayangkan isi dan alur cerita yang disampaikan. Buku buku bergambar juga membuat daya imajinasi anak anak lebih meningkat. Berbagai pertanyaan pasti muncul berentetan setelah saya membacakan dongeng bergambar. “Ma kenapa kancilnya mencuri? Kan bisa minta aja?” dan aneka pertanyaan lainnya yang terus berurutan dia tanyakan. Sungguh menyenangkan sekali. Apalagi ternyata kemampuan kognitif anak anak itu dimulai dari hal hal yang kongkrit menuju ke hal hal yang abstrak. Hal ini berarti cara berpikir anak masih dibantu oleh benda-benda atau obyek-obyek yang nyata, serta melalui peristiwa yang dialami dan dilihatnya. Buku cerita bergambar ini sangat bermanfaat sebagai sarana pembelajaran bagi anak untuk bisa berpikir dari yang konkrit ke abstrak. Dengan gambar gambar yang disajikan di buku dongeng ini, anak akan lebih bisa menangkap penjelasan isi cerita melalui gambar gambar yang disajikan. Dengan demikian, anak dapat lebih mudah mengenal kata dan gambar secara jelas atau kongkrit. Selanjutnya mereka akan mampu mengingat secara abstrak di dalam pikiran, apabila cerita tersebut diulang kembali. Dengan membacakan dongeng bergambar, anak dapat memahami dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadinya, menstimulasi imajinasi, memperoleh kesenangan, hiburan serta menjadikannya contoh teladan dan nilai nilai dalam hidup bersosial.

Terkadang tidak hanya menggunakan cerita bergambar, saya juga sering menggunakan media boneka untuk lebih membumikan dongeng bagi anak anak. Hasilnya mereka sangat antusias dan tertarik sekali dengan cerita yang saya bacakan.

Bagaimanapun kita sebagai orang tua harus kembali menghidupkan kejayaan dongeng di tengah kemajuan teknologi dan dunia hiburan. Jangan sampai anak anak kita justru lebih suka bermain Gadget daripada mendengar dan membaca dongeng. Karena dongeng ini sangatlah bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Manfaat membaca dongeng dengan nyaring

Membaca nyaring dongeng atau cerita bergambar untuk anak memiliki banyak sekali manfaat.  Membaca nyaring ini dapat menstimulasi otak menjadi lebih mudah untuk menangkap dan menghafal apa yang telah dibaca. Saya sendiri takjub dengan kemampuan anak anak saya yang ketika saya bacakan dengan nyaring sebuah dongeng atau cerita bergambar, mereka mendengarkannya sambil bermain tapi saat saya tanya tentang isi cerita yang saya bacakan mereka bisa menjawab dengan tepat.

Membaca nyaring juga lebih sehat karena menggerakkan mulut, wajah dan melibatkan bagian otak tertentu untuk bergerak, jika dibandingkan dengan membaca secara diam. Apalagi kalau membacanya dengan ekspresif dan dengan mimik muka yang berubah ubah. Maka bisa jadi senam wajah juga. Membaca nyaring buat saya juga merupakan aktivitas yang menyenangkan. Selama aktifitas membaca nyaring, antara saya dan anak anak, bisa bersama-sama menangkap dan memahami informasi yang sedang dibaca. Sehingga tidak hanya anak anak yang belajar, bundanya juga ikut aktif belajar dari cerita atau dongeng yang dibacakan.

Membaca nyaring adalah sebuah seni

Membaca nyaring sebenarnya adalah seni. Karena dalam aktifitas ini kita tidak hanya sekedar membaca secara datar. Tehnik membaca nyaring melibatkan tehnik membaca bersuara yang difokuskan pada tekanan kata, lagu kalimat atau intonasi, jeda, serta menguasai tanda baca. Persis seperti ketika saya bersiaran di studio. Saya harus menggunakan intonasi yang beraneka ragam agar pendengar tak bosan dengan tuturan saya.

Membaca nyaring tak sekedar melafalkan suara dengan keras. Lebih dari itu membaca nyaring melibatkan emosi dari si pembaca. Ketika tokoh dalam cerita yang dibacakan sedang gembira atau bersedih, kita selayaknya juga menampilkan emosi itu dalam bacaan nyaring kita kepada anak anak.

Membaca nyaring juga terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbahasa anak. Terlihat sekali perbedaan anak saya yang pertama dengan yang kedua yang sering saya bacakan cerita dengan nyaring. Anak saya yang kedua lebih cepat dapat berbicara dibanding kakaknya yang dulu jarang saya dongengi. Dengan membaca nyaring untuk anak-anak yang dilakukan setiap hari, saya melihat efek positif dimana mereka belajar untuk menyimak, berbicara, atau menulis.

Membaca nyaring dengan memanfaatkan teknologi

Jaman yang sudah bergerak dengan cepat, membawa kita ke jaman teknologi yang tidak bisa kita pungkiri. Memang kita sebagai orang tua pasti berusaha membatasi penggunaan Gadget pada anak anak kita, Sayapun demikian. Meski begitu kita juga tidak boleh serta merta menolak kehadiran teknologi yang semakin berkembang ini. Layaknya dua sisi mata uang, Gadget memiliki efek yang negatif tapi juga efek yang positif tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Bila anak anak sudah terlalu lama melihat televisi atau melihat tayangan YouTube anak, biasanya saya alihkan dengan membaca buku bergambar dengan tehnik read aloud atau membaca nyaring. Namun terkadang jika mereka sudah bosan menatap buku, maka saya alihkan mereka untuk bisa menikmati cerita bergambar melalui aplikasi yang ada di handphone atau tablet yang biasa anak anak gunakan.

Salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan untuk mempraktikkan seni membaca nyaring dari cerita bergambar adalah aplikasi Let’s Read. Aplikasi lets read ini merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak. Di aplikasi ini anak anak difasilitasi berbagai macam judul buku dengan karakter, tema, dan pengaturan yang mencerminkan dan menegaskan kehidupan mereka serta memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menjelajahi dunia.

Let’s Read mempunyai 18 kantor di wilayah Asia dan menjalin kerjasama yang kuat dengan komunitas lokal untuk membangun perpustakaan digital dengan koleksi buku anak-anak berbahasa lokal sambil mengembangkan jaringan berkelanjutan dari para pembuat buku dan penerjemah yang berkomitmen untuk menciptakan peluang membaca yang bermakna.

Dengan beragam judul, gambar yang menarik serta dengan berbagai bahasa seperti bahasa indonesia, Thailand, Bali, Sunda, bahasa Jawa, India, Malaysia dan bahasa bahasa lainnya, kita bisa memilih cerita yang sesuai dengan keinginan kita dan anak anak.

Kita juga bisa mengunduh aplikasi lets read di Google Play store dengan sangat mudah untuk anak anak kita di rumah.

Yuk bunda mari mendongeng dengan tehnik membaca nyaring dengan buku buku atau aplikasi cerita bergambar untuk anak anak kita. Agar mereka bisa banyak belajar dari kisah kisah menarik yang kita bacakan.

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: kontakbundanisa@gmail.com

You may also like...

12 Responses

  1. Mia Yunita says:

    Saya tertarik dengan membaca nyaring menggunakan aplikasi Let’s Read ini. Jadi anak bisa tertarik dan terlatih membaca nyaring. Inget saya dulu kurang begitu suka membaca nyaring, sukanya baca dalam hati. Hasilnya yang ada malah gagap kalo disuruh guru untuk membaca.

  2. Akarui Cha says:

    Teknik membaca nyaring ini kalau dibiasakan malah bikin anak anak jadi mau ikutan. Menularkan minat baca ke anak anak mana tau kelak jadi kebiasaan. Senangnya ada aplikasi Let’s Read ya. Memudahkan.

  3. Penasaran dengan aplikasi Let’s Read
    Isinya buku untuk anak anak ya
    Ada fitur mendongengnya ngga?
    Jadi anak bisa dengar dongeng langsung dari aplikasi

  4. Wah, cerita di aplikasi lets read nya begitu beragam. Ini inovasi menarik sih, jadi anak-anak lebih teredukasi melalui cerita bergambar sehingga kalaupun harus dengan gadget ga melulu setel youtube atau games aja

  5. Triani Retno says:

    Aku juga seneng nih bacaain buku buat anak-anak.Bahkan anak yang udah lebih besar pun tetap seneng mendengarkan cerita 🙂

  6. @simbok_li says:

    Kalau dari kecil sudah punya pengalaman senang dengan membaca nyaring, besarnya akan mencintai buku, karena pengalaman mencintai sesuatu itu berawal dari kecil ya bund. Aku termasuk yang telat nih bund untuk menyukai membaca, umur 17an baru getol-getolnya suka membaca sampai beranak 3, dan pengalaman mendongeng malah kudapatkan dari nonton youtube, bukan dari figur guru. Aku penasaran ni bund, sama bunda gaya berceritanya kaya apa, xixixi, adakah videonya di instagram? aku mau nonton bund

  7. Seneng ya Mbak Atik. Aplikasi seperti ini semakin bikin anak-anak gemar membaca, bercerita, bahkan mengenal dunia literasi sejak usia dini. Aplikasi yang sungguh bermanfaat.

  8. gina says:

    semakin banyak aplikasi yang mengedukasi salah satu aplikasi lets read yang menghadirkan bacaan anak seperti dogeng, aku mau instal dan ingin memperkenalkannya ke anakku

  9. Shyntako says:

    aku dulu sering membacakan cerita dengan nyaring bahkan sambil menunjukkan ekspresi mimik dan intonasinya juga mba, hal ini bagus untuk perkembangan anak dan anak juga jadi belajar mendengarkan, plus di dlm cerita anak pun banyak nilai baik yang penuh makna

  10. nurulrahma says:

    Wah Let’s Read bisa menjadi partner ortu untuk lebih mengakrabkan liteasi pd anak
    jaman now kan banyak distorsi yak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!