Serba Serbi Cukur Rambut Bayi

Hai bunda lama tak bersua. Habis lahiran jadi jarang banget update blog. Oya Siapa nih yang habis lahiran masih dapet wejangan dari orang tua buat cukur rambut anak sampai bener2 botak alias gundul agar rambutnya tumbuh lebat? Atau justru bunda termasuk yang percaya bahwa mencukur rambut bayi sampai botak memiliki banyak manfaat untuk si kecil?

Tak jarang ya bun kita denger nasehat dari orang tua atau orang orang sekitar untuk segera mencukur rambut bayi sampai habis agar rambut si kecil tumbuh dengan lebat. Lalu pertanyaannya, apakah nasehat itu benar adanya atau mitos belaka?

Yuk kita mulai bahas.
Pertama tentang hubungan cukur rambut dengan tingkat kelebatan rambut anak.

Sebenarnya lebat atau tidaknya rambut anak kita tidak ditentukan oleh proses mencukur rambut saat bayi. Karena sesungguhnya penentu rambut lebat atau tidaknya adalah gen orang tua si anak. Hal ini terbukti dari anak saya yang pertama dengan kondisi rambut yg tipis. Berbekal nasehat orang tua kami mencukur habis rambutnya namun sampai kini usianya 4 tahun rambutnya tak tumbuh lebat sama sekali 🤣🤣

Bahkan ni bun, beberapa ahli menyarankan agar jangan terburu buru mencukur rambut bayi setelah lahir. Hal tersebut dikarenakan kulit kepala bayi yang masih sangat lembut sehingga dikhawatirkan akan membuat cedera. Saat proses aqiqah saja misalnya cuma disunahkan potong rambut si bayi sedikit saja dan ga sampai gundul habis.

Belajar dari pengalaman anak pertama, maka anak kami yang kedua ini sengaja ga kami gundul saat bayi. Setelah dia berumur 1 tahun lebih 2 bulan baru kami cukur plontos👏🏻👏🏻. Bukan dengan niat agar rambut tipisnya jadi lebat tapi karena memang sering lihat si kecil kegerahan dan mau dikasih jamu yg ditempel di kepala sama neneknya.

Secara gen memang rambut saya lebat, tapi rambut suami memang tipis jadi wajar kalau kemudian anak saya berambut tipis karena meniru gen ayahnya.

Sampai disini jelas ya bun kalau mencukur rambut anak dengan niat untuk membuat rambut lebat adalah mitos belaka.

Sekarang kita bahas tentang manfaat mencukur habis rambut anak kita:

1. Dengan mencukur rambut bayi semua lemak yang menempel di rambut bayi saat ia lahir bisa lebih mudah dibersihkan. Apalagi ni ya bagi bunda yang melahirkan dengan normal pasti banyak sekali lemak lemak menempel di kepalanya saat proses melahirkan berlangsung

2. Membuat bayi lebih nyaman karena tidak kegerahan dengan rambutnya apalagi jika anak bunda memiliki rambut yang tergolong lebat. Anak kami pun terlihat lebih seneng setelah kami cukur rambutnya di usia 14 bulan

3. Lebih mudah bagi kita untuk memantau kesehatan kulit kepalanya. Misal terjadi biang keringat di kepalanya. Terbukti Kemaren setelah kami plontos rambut anak kami ternyata banyak sekali biang keringat di kepalanya.

4. Lebih bisa melakukan perawatan secara menyeluruh hingga ke kepala. Seperti anak kami yang bisa di pilis-i atau dikasih semacam rempah yang ditumbuk lalu ditempelkan di kepalanya. Sensasi dingin dan beragam manfaat bisa dirasakan oleh si bayi dan ibunya. Karena terbukti si bayi lbh pulas tidurnya dan ibunya bisa punya lebih banyak waktu me time🙈🙈

Itu tadi beberapa manfaat mencukur rambut bayi. Pertanyaan berikutnya lalu ada ga sih patokan waktu yang tepat untuk mencukur rambut anak?

Jujur saya sendiri lebih berani mencukur rambut anak ketika kepala si anak sudah cukup keras. Karena kami mencukur sendiri bukan dengan bantuan bidan atau di salon. Tapi ada juga yang memilih untuk mencukur rambut bayi ketika usianya sudah lebih dari 10 hari dimana si bayi lebih banyak tidur dan memudahkan orang tua atau si pemotong rambut untuk mencukur rambut si bayi tanpa banyak gerakan dari anak, sehingga meminimalisir resiko cedera. Monggo saja pilih yang mana sesuai kemantapan hati ayah bunda. Atau kalau membutuhkan saran yang lebih tepat bisa ditanyakan langsung dengan dokter anak langganan ayah bunda.

Lalu bagaimana tips agar kita berani mencukur rambut bayi :

1. Cukurlah rambut bayi anda hanya bila bayi dalam kondisi sehat.

2. Cukurlah saat anak kita sedang tidur pulas dan dalam kondisi kenyang. Kemaren saat anak kami terbangun saat dicukur saya langsung menyusuinya agar ia kembali tenang dan tidur pulas dengan nyaman

3. Ambil posisi paling nyaman bagi si bayi bukan bagi si pencukur ya. Bisa sambil digendong ataupun sambil tidur. Kami Kemaren mencukur sambil si bayi tidur tanpa bantal.

4. Pastikan bayi tidak kepanasan saat dicukur. Bisa nyalakan AC atau dikipasi di sampingnya agar ia lebih pulas tidurnya dan tidak banyak bergerak saat dicukur

5. Pakaikan baju yang longgar untuk bayi saat akan dicukur

6. Jangan lupa untuk menggunakan alat cukur yang baru, bersih dan tajam.

7. Mulai dari menggunting rambut panjangnya lalu baru dicukur (karena kami mencukur dengan kondisi rambut yg sudah lumayan panjang). Mulai perlahan dari tepi luar kepala hingga semua rambut tercukur habis.

8. Lakukan dengan pelan dan telaten. Jangan tergesa gesa. Usap kepala anak kita sesering dan selembut mungkin. Nikmati setiap prosesnya agar bayi merasakan kenyamanan dan ketentraman dengan sentuhan yang diberikan. Kami sendiri mulai mencukur pukul 9 malam dan selesei kurang lebih jam 12 malam. Paling lama bagian ngerapiin rambut rambut halus di kepala.

9. Sek penting yaqin. Harus yakin dan mantap melakukannya. Jangan takut, jangan ragu dan jangan khawatir. Jika merasa tak yakin dan tak mampu bisa meminta tolong pada ahlinya. Nisa dulu saat bayi dicukur oleh bidan yang saya panggil ke rumah dari rumah sakit terdekat. Tapi untuk adeknya kami mantap mencukur sendiri.

Dimasa-masa pandemi seperti sekarang juga perku dipertimbangkan lho, apakah aman untuk meminta tolong orang lain mencukur anak kita sedangkan kita tidak tau orang tersebut terinfeksi virus corona atau tidak. Kalau saya dan suami memang lebih mantap untuk mencukur sendiri.

Sekian dulu tulisan ini ya ayah bunda, mudah2an bermanfaat🙏🙏

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!