Tips Membawa Balita ke Masjid

Assalamualaikum bunda

Disini saya akan coba berbagi mengenai tips membawa anak balita berjamaah di masjid. Jamak diketahui ya bun, kalau bawa anak ke mana mana itu pasti rempong apalagi di bawa ke masjid yang mensyaratkan ketenangan.

Hal inilah yang kadang membuat para ayah dan bunda enggan membawa anak ke masjid. Takut kalau akan menganggu jamaah, takut kalau rewel ditengah ibadah atau melakukan hal hal heboh lainnya di masjid.

Padahal, penting sekali mengenalkan ibadah berjamaah sedari dini. Saya sendiri membawa nisa ke masjid sejak dia berusia sekitar tujuh bulanan. Karena memang rumah kontrakan kami di Makassar dekat dengan masjid. Meskipun ayahnya Nisa selalu menekankan bahwa perempuan tidak wajib berjamaah di masjid, tapi saya merasa perlu membawanya ke masjid untuk mengenalkan konsep jamaah pada Nisa sekaligus untuk belajar bersosialisasi dengan para jamaah dan anak anak TPA.

Dan membawa Nisa ke masjid itu ada pahit manisnya. Manisnya adalah saya jadi dikenal oleh ibu ibu kompleks dan memudahkan saya untuk bergaul dengan warga sekitar.

Pengalaman pahitnya, pernah saya mengalami peristiwa tidak mengenakkan, dimana ada ibu ibu yang marah marah pada Nisa karena ia lalu lalang didepan jamaah. Spontan saya tarik dia dan membawanya pulang. Setelah kejadian itu saya sempat tidak membawa Nisa berjamaah kurang lebih satu bulan lamanya. Sampai sampai ditanyakan oleh oma oma yang sering ke masjid dan ditanyain kenapa lama ga kemasjid.

Hingga akhirnya Nisa sendirilah yang minta keluar saat denger adzan dan minta dipakaikan mukenanya.

Dari kejadian tersebut di atas, saya mencoba untuk evaluasi diri. Dan berikut beberap tips agar anak kita bisa diajak berkompromi saat beribadah di masjid berdasar pengalaman saya pribadi

1. Akrabkan anak dengan masjid. Ini point mendasar bunda. Karena keakraban pada masjid akan membuat anak nyaman diajak ke masjid. Bagaimana anak akan tenang dan betah di masjid jika ia asing dengan rumah Allah? Untuk hal ini saya sering ajak nisa sekedar bermain di serambi masjid saat jam jam 9 pagi atau sore hari (bukan di jam-jam sholat)

2. Bawa mainan yang sekiranya tidak membuat berisik, saat berumur kira kira 7 bulan saya selalu membawakan Nisa mainan berupa boneka mungilnya. Saya dudukkan nisa didepan saya sambil saya pegangi boneka dan kunci rumah dengan gantungan kunci yang lucu

3. Menjadi makmum masbuk. Kadang saya sengaja menjadi makmum yang ikut jamaah di rakaat kedua, dengan tujuan agar Nisa tenang dulu dan beradaptasi dengan kondisi jamaah yang tenang dan agar ketika nanti saya masih melanjutkan sholat ketika imam shalat, ada kakak kakak TPA yg sudah selesei shalat bisa bermain dengan nisa skaligus jagain nisa saat saya masih melanjutkan rakaat saya yang tertinggal tadi

4. Mengakrabkan Nisa dengan kakak kakak TPA, ini modus juga sih biar nisa dijagain kalau saya lagi sholat dan nisa rewel karena anak2 TPA ada yang selalu standby mengawasi anak anak lain ketika shalat dan melaporkannya ke ustadhah

5. Bawa anak ke masjid begitu adzan berkumandang, agar ada kesempatan untuk anak sekedar berlarian atau bermain di masjid sebelum sholat dimulai dan harus tenang di masjid

6. Selalu beri nasehat pelan pelan dengan mengatakan : nak kalau sholat sudah dimulai, adek harus tenang ya

7. Berdoa supaya Allah menjaga perilaku anak kita saat akan shalat, agar ia tidak mengganngu jalannya sholat

8. Jika memang rewel dan tak memungkinkan melanjutkan sholat, bawa pulang anak.

Itu saja bunda tips tips sederhana dari saya ya bun, tapi tetap harus disadari bahwa kondisi anak itu berbeda beda. Jika memang memungkinkan untuk diajak beribadah di masjid kenapa tidak? Tapi jika memang anak kita terlalu aktif dan khawatir akan menganggu jalannya jamaah, maka sholat bersama anak kita di kamar pun tidak apa apa, karena pada dasarnya tidak ada kewajiban bagi perempuan untuk berjamaah di masjid.

bundanisa

Seorang bunda yang senang belajar apa saja terutama dunia parenting. Saat ini berdomisili di Makassar dan aktif di komunitas literasi, komunitas blogger, komunitas photography bagi ibu ibu, komunitas indonesia berkebun dan komunitas parenting institut ibu profesional. Penulis bisa dihubungi via email di atikmuttaqin17@gmail.com

You may also like...

2 Responses

  1. dhilarui says:

    Sangat bermanfaat tipsnyaa..

    makasih bunda Nisaa.. semoga dapat adek Nisa secepatnya.. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!