Tour Pemberdayaan Sambut Idul Kurban Bersama Dompet Dhuafa

Hari itu, Kamis tanggal 30 Juni 2022 saya bersama teman teman blogger Jogja dan beberapa jurnalis dari Jakarta mengikuti tour pemberdayaan bertajuk Journey to JogjAgroWisata Tebar Hewan Kurban 1443 H bersama Dompet Dhuafa. Bertemu di titik kumpul tepatnya di daerah Jogonalan, Kasihan, Bantul kami langsung menuju ke tiga tempat pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Pukul 6 pagi saat hawa masih begitu dingin, setelah menyelesaikan tugas domestik, saya diantar suami menuju titik kumpul. Setelah semua blogger dan jurnalis lengkap, kami segera berangkat. Tak afdhol rasanya bila tidak sarapan dulu, karena itu kami mampir ke Soto Pak Slamet di Jalan Ambar Arum, Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping. Di sana kami disuguhkan soto ayam kampung berkuah bening yang segar sekali. Bersama segelas jeruk hangat rasanya perut sudah cukup kenyang untuk melanjutkan perjalanan menembus riuhnya kota Jogja.

Menelisik Mina Padi Sedayu

Lokasi pertama yang kami tuju adalah DD (Dompet Dhuafa) Farm Mina Padi Sedayu yang terletak di Polaman, Argorejo, Sedayu, Bantul. Di wilayah ini sudah ada setidaknya 31 petani yang merasakan manfaat dari pemberdayaan Dompet Dhuafa melalui teknologi Mina Padi ini. Mina Padi sendiri merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi produktifitas lahan sawah melalui integrasi budidaya ikan dengan padi secara bersamaan dalam sepetak tanah pertanian. Kenapa lokasi ini dipilih oleh Dompet Dhuafa karena area persawahan di area ini sistem irigasinya tersambung langsung dengan Selokan Mataram yang airnya terus mengalir. Hal ini disebabkan karena teknik Mina Padi membutuhkan air yang harus ada sepanjang tahun, dan karena area ini tersambung dengan selokan mataram , pasokan air mengalir selalu tersedia.

Dimulai sejak tahun 2021, Dompet Dhuafa berikhtiar agar masyarakat petani di sini mampu menghasilkan produk pertanian yaitu beras yang sehat dan bagus serta mendapatkan pemasukan lain berupa ikan yang dipelihara bersama tanaman padi di sepetak sawah mereka. Program ini telah masuk empat kali masa tanam dan telah melewati tiga kali masa panen. Dengan Teknik Mina Padi ini, petani bisa memanen dua produk sekaligus yaitu ikan (mina) dan padi. Ikan yang dibudidayakan juga beragam, ada ikan nila, lele, dan ikan mas.

Pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa di Mina Padi Sedayu ini adalah:

1. Pelatihan struktur Mina Padi yang di mentori oleh Tenaga ahli Bapak Frans Hero Making seorang penyuluh perikanan yang sekaligus pengusaha mina padi di desa Hargobinangun Pakem Sleman
2. Pemberian modal kerja ke petani lewat kelompok tani yang dibentuk. Modal kerja ini meliputi konstruksi lahan, bibit dan pakan ikan
3. Pendampingan langsung. Dompet dhuafa memberikan pendampingan dari hulu ke hilir. Dari memulai pertanian dengan konsep mina padi sampai pemasarannya lewat pasar ikan yang diinisiasi juga oleh Dompet Dhuafa. Ikan ikan ini juga dijual daring melalui grup facebook yang dimiliki warga Sedayu. Bahkan sudah masuk permintaan untuk menyuplai stok restoran nasi padang dan lalapan.

Konsep Tajarwo (Tanam Jajar Legowo) dalam Teknik mina padi yang dikembangkan Dompet Dhuafa disini mampu memberikan nilai keuntungan bagi petani diantaranya:


1. Petani tidak perlu lagi pakai pupuk kimia, tapi cukup dengan pupuk dari kotoran ikan yang dipelihara dalam petak sawah yang sama
2. Tidak perlu lagi tenaga matun (tenaga pembersih rumput gulma karena rumput atau gulma tersebut sudah dibersihkan oleh ikan
3. ikan bisa tumbuh dan berkembang dengan bagus, karena ekosistem alamiahnya terbentuk dengan baik. Bahkan ikan tidak melulu tergantung pada pakan pelet yang diberikan petani, karena ikan tersebut bisa mencari makan sendiri dari kehadiran padi yang membawa bahan pakan untuk ikan seperti plankton di petak sawah yang sama tersebut.
4. Panennya bisa bareng, sehingga petani bisa lebih untung karena mampu menghasilkan dua komiditi sekaligus yaitu ikan dan padi
5. Hama tikus tidak akan masuk, sedangkan untuk hama regul/lingsang bisa diminimalisir dengan memasang jaring pengaman di area sawah mina padi.

Di awal awal mengembangbiakkan ikan di area sawah mina padi ini, diakui Wagirun petani setempat, ada masyarakat yang kemudian memancing atau mengambil ikan yang mereka kembangbiakkan. Namun dengan adanya jaring yang dipasang serta edukasi ke warga sekitar alhamdulillah kini ikan ikan mereka aman. Untuk hasil panen ikan sendiri, dari 10 kg bibit yang ditebar, dalam tiga bulan hasilnya bisa mencapai 70 kg.

Nuryanto Harimurti selaku supervisor ekonomi Dompet Dhuafa Jogja, mengatakan 85 persen hasil panen padi ini disebut menjadi konsumsi petani itu sendiri, sisa hasilnya baru dibeli oleh Dompet Dhuafa untuk program zakat fitrah. Sedangkan hasil panen ikan mereka jual di Pasar Ikan baik offline maupun online melalu grup Facebook. Alhamdulillah pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa mampu memberikan manfaat bagi para petani dan pelaku UMKM setempat.

Social enterprise ala DD Farm Kulonprogo

Selepas dari Sedayu, kami langsung menuju ke Sentolo Kulonprogo. Tepatnya ke DD Farm Kleben, Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo. Begitu sampai nampak kandang kambing yang besar menyambut kami.

Ada kurang lebih 900 ekor kambing disini dari total kendang yang bisa menampung 1400 ekor kambing. Saya pun lanngsung menuju kandang dan melihat lihat kondisi kandang yang bersih sekali. Jelas nampak sekali pengelola DD farm Sentolo ini rutin membersihkan kandang.

DD farm sentolo ini berdiri pada tahun 2021. ‘‘Dompet Dhuafa pusat menginginkan adanya pemberdayaan berbasis bisnis, ada perputaran keuangan, tapi semua keuntungan difokuskan untuk pemberdayaan atau social enterprise.’’ Ungkap Bambang Edi Prasetyo, Manager Program Dompet Dhuafa Yogyakarta. Dalam hal ini, dana zakat, infaq dan shodaqoh dari umat yang dibayarkan ke Dompet Dhuafa dialirkan untuk memberdayakan masyarakat lewat berbagai usaha termasuk usaha peternakan ini. ‘‘sehingga di sini itu untung menjadi nomer dua, yang utama adalah pemberdayaan’’ lanjut Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa peternak-peternak yang berada di DD Farm Sentolo ini bukanlah peternak profesional. Mereka adalah masyarakat setempat yang memang membutuhkan pekerjaan dan memiliki niat untuk belajar. Selanjutnya mereka diijinkan untuk beternak sendiri ketika sudah merasa paham dan cukup pengalaman serta pengetahuan untuk mengembangkan usaha ternak mandiri. Dompet Dhuafa akan membekali bibit yang nantinya bisa mereka kembangkan hingga nanti hasil ternaknya bisa dijual Kembali ke DD dengan spesifikasi dompet dhuafa tentunya. Namun jika mereka masih ingin bersama DD farm Sentolo maka dipersilahkan juga. Konsep ini seperti konsep madrasah peternakan, sehingga harapannya para ABK atau anak buah kandang terberdayakan secara maksimal. Ada sekitar 6 peternak disini. Selain itu ada juga rumah potong hewan disini, serta staf dapur yang membuat olahan daging kambing untuk pesanan aqiqah. Masakannya lezat sekali, terbukti kami disuguhi dengan hidangan kambing guling yang sangat nikmat, bumbunya meresap dan dagingnya empuk merata. Saya sendiri sampai nambah dua kali hehehehe.

DD Farm Sentolo ini menyediakan kebutuhan hewan kurban dari Dompet Dhuafa, atau lembaga lain di luar spesifikasi Dompet dhuafa, melayani hewan aqiqah, hingga pasokan untuk warung sate dan lain lain.

DD farm Sentolo: titik pemberdayaan untuk siapkan hewan kurban yang bebas PMK

Sebagai salah satu Sentra ternak, DD Farm Jogja mengupayakan agar hewan hewan yang diternakkan disini terbebas dari wabah PMK. Melibatkan para dokter hewan dan puskeswan Sentolo, kandang DD farm rutin diperiksa segala aspeknya. Mulai dari kebersihan kandang hingga kesehatan hewan. Jika ada hewan ternak yang sakit otomatis akan diisolasi atau dikarantina agar tak menularkan penyakit. Dompet Dhuafa sendiri sangat concern pada wabah PMK ini. Quality control selalu diutamakan sebelum melepas hewan ternak untuk kurban. Bahkan terdapat papan besar bertuliskan ‘sebagai pencegahan PMK kandang kami lockdown’. Pengunjung atau pembeli tidak diperknankan emasuki area kandang. Kalaupun harus masuk kandang, jumlahnya dibatasi dan harus disemprot desinfektan terlebih dahulu. Kamipun yang melakukan peliputan dibatasi jumlahnya untuk bisa masuk kandang.

Domba yang baru datang dan masuk kandang harus melewati masa karantina 14 hari, diberikan suntikan antibiotic, obat parasite, vitamin dan juga obat cacing. Dengan menggandeng puskeswan dan dokter hewan, alhamdulillah hingga saat ini tidak ditemukan PMK pada hewan ternak di DD Farm Sentolo ini. Semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk berkurban melalui Dompet Dhuafa, maka makin tinggi pula permintaan hewan kurban di DD Farm Sentolo ini. Tahun ini DD Farm Sentolo ditarget mampu menyuplai 1700 ekor kambing untuk kurban, namun hingga saat ini baru mampu menyediakan sekitar 1300 ekor, sisanya nanti akan diambilkan dari mitra binaan Dompet Dhuafa di Magelang, Muntilan dll.

Munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tentu menjadi perhatian tersendiri bagi Dompet Dhuafa, mengingat DD punya program tebar hewan kurban ke seluruh pelosok negeri hingga mancanegara. Tak ayal, DD Farm sebagai unit yang menyediakan pasokan hewan kurban di Dompet Dhuafa harus segera bertindak melakukan berbagai mitigasi untuk memastikan pelaksanaan Tebar Hewan Kurban (THK) tetap berjalan dengan lancar dan aman.

Seluruh hewan yang masuk di DD Farm selain disuntik antibiotik dan obat-obatan, juga dilakukan pemeriksaan berkala oleh dokter hewan dan puskeswan Sentolo. Setelah beberapa hari dipastikan hewan sehat, baru setelahnya bisa bergabung dengan hewan-hewan lainnya dan siap untuk dijadikan hewan kurban. Sejauh ini Dompet Dhuafa juga selalu mendatangkan tim kesehatan, dokter maupun tim khusus untuk pengecekan hewan agar sesuai syariat dan spesifikasi hewan kurban Dompet Dhuafa. Hal ini dilakukan karena hewan kurban yang didistribusikan oleh Dompet Dhuafa terjamin kualitas dan kesehatannya.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa yang menyentuh pelosok negeri

Ada fakta menarik di lapangan, bahwa terjadi penumpukan daging kurban di sejumlah daerah perkotaan. Karena melihat fenomena tersebut, Dompet Dhuafa memilih untuk menebar hewan kurban ke daerah pelosok, ke wilayah miskin, tertinggal, pedalaman, belum pernah menikmati daging kurban dan wilayan bencana atau wilayah rentan konflik.

Bahkan Dompet Dhuafa juga menebar kurban hingga ke mancanegara, termasuk Palestina. Tahun kemarin bahkan Dompet Dhuafa berhasil menebar kebaikan kurban sebanyak 52 ribu hewan kurban ke pelosok nusantara hingga Palestina. Sehingga tak salah jika kita ikut berkurban melalui Dompet Dhuafa.

Keuntungan berkurban melalui Dompet Dhuafa:

1.Peta distribusi yang luas, ke wilayah yang membutuhkan tidak hanya berpusat di kota kota besar saja
2.Hewan kurban dari Dompet Dhuafa telah lolos quality control sehingga dipastikan hewan kurbannya berkualitas tinggi sesuai spesifikasi dari Dompet Dhuafa pusat
3.Harga hewan kurban terjangkau. Kambing standar dengan bonot 23-25 kg harganya hanya 1.945.000 per ekor, kambing medium dengan bobot 26-28 kg di kisaran harga 2.225.000/ekor sedangkan kambing premium di harga 2.595.000/ekor dengan bobot lebih dari 29 kg. Bagi yang hendak berkurban sapi untuk 7 orang maka per orangnya bisa membeli seharga 1.950.000 per orang dengan bobot 250-300 kg, dan bagi yang menghendaki berkurban sapi sendiri bisa berkurban di Dompet Dhuafa dengan membayar 13.645.000/ekor (bobot 250-300 kg)
4.Laporan kurban yang transparan. Shohibul qurban (orang yang berkurban) akan mendapatkan laporan secara lengkap dan akan selalu diberikan update Ketika pemotongan
5.Ketahanan pangan. Kurban kita akan didistribusikan ke berbagai wilayah yang belum petrnah menikmati daging hewan kurban
6.Berdayakan peternak. Seperti para peternak di Sentolo, Dompet Dhuafa melakukan pemberdayaan peternak lokal untuk mandiri dan ikut membentang kebaikan
7.Cara berkurban yang mudah tanpa perlu pergi ke kandang atau mencari di pasar hewan. Cukup melalui website kurban.dompetdhuafa.org, pilih hewan kurbanmu dan biarkan kurbanmu berlimpah manfaat, memberdayakan peternak, membangun ketahanan pangan, ekonomi pedesaan, dan menegakkan syariat di pedalaman.

Rasanya sayang sekali jika kita melewatkan ibadah kurban setahun sekali ini. Karena itu , yuk berkurban melalui Dompet Dhuafa.

Ada Budidaya Lidah buaya di balik tandusnya tanah Gunung Kidul

Dari Sentolo Kulonprogo kita menuju ke desa Katongan kecamatan Nglipar Kabupaten Gunung kidul. Lokasi terakhir yang kita kunjungi adalah daerah budidaya aloe vera atau lidah buaya yang dikembangkan oleh Alan Efendi yang mulai digelutinya sejak tahun 2014. Saat itu, Mas Alan mengambil 500 bibit lidah buaya dari Sidoarjo Jawa Timur. Pilihan untuk memgembangkan lidah buaya berawal dari hobinya naik gunung di Jawa Timur. Ia kemudia melihat banyak sekali tanaman lidah buaya di Gunung Semeru dan mulai muncul keinginan untuk mengembangkan lidah buaya di kampung halamannya. Bibit tersebut awalnya hanya ditanam di lingkungan rumah sendiri hingga akhirnya banyak tetangga yang tertarik untuk ikut membudidayakan tanaman aloe vera ini. Aloe vera tersebut diolah menjadi minuman kemasan atau nata de aloevera, keripik lidah buaya, permen hingga obat tetes mata.

Dulu awalnya mereka hanya mmebuat 50-100 cup per hari kini mereka mereka bisa mengolah 150-200 kg tanaman lidah buaya setiap harinya atau 1000 cup dan 200-300 botol minuman lidah buaya per hari tergantung pesanan. Kini setelah mendapat pembinaan dari Dompet Dhuafa usaha mereka semakin maju. Setiap minggunya bahkan daun lidah buaya mereka diambil oleh pabrik kosmetik. Tanaman ini hamper tak menghasilkan limbah sama sekali. Karena kulitnya yang sudah tidak dipakai bisa untuk pupuk, bunganya bisa untuk teh, dan daging buahnya bisa untuk minuman keripik kue dll. Lendirnya pun mengandung manfaat untuk menyembuhkan luka, eksim dan lain lain.

Bentuk pendampingan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di sini adalah:

1. Memberikan bibit ke warga
2. Mengadakan berbagai macam pelatihan terkait pengembangan dan pengolahan lidah buaya
Mengundang media untuk meliput agar sentra lidah buaya di gunung kidul ini makin dikenal masyarakat luas
3. Pendanaan

Alhamdulillah dengan program pemberdayaan Dompet Dhuafa ini, usaha aloe vera di rumah Mas Alan ini bisa mencapai omset 30 jutaan per bulan.

Itu tadi sekilas tentang program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet dhuafa. Mudah-mudahan kita pun mampu menebar manfaat untuk lingkungan terdekat kita aamiin.

bundanisa

Penulis bisa dihubungi melalui email: kontakbundanisa@gmail.com

You may also like...

11 Responses

  1. Sapti nurul hidayati says:

    Keren ya Dompet Dhuafa dengan program pemberdayaannya. Masyarakat jadi banyak yang terbantu. Tertarik juga dengan program tebar hewan kurbannya. Karena kenyataannya memang distribusi daging kurban di beberapa wilayah tidak merata.

  2. HM Zwan says:

    Wah, menarik sekali ini mbak. Aku baru tahu ternyata bisa ya ternak ikan bersamaan dengan padi. Plus plus banget nanti hasilnya, panen padi sekalian panen ikan. Keren banget iini program Dompet Dhuafa, semoga berkah selalu

  3. Pemberdayaan Dompet Dhuafa kepada masyarakat memang patut diacungkan jempol. Salut! Wilayah pemberdayaannya sudah ada di mana-mana.
    Dulu sebelum pandemi saya juga pernah mengunjungi tempat binaan Dompet Dhuafa di Subang. Mengunjungi kebun buah naga dan peternakan kambing.

  4. Lengkap sekaliii program pemberdayaan Dompet Dhiafa ini. Mulai dari Mina Padi, lalu DD Farm..yang tak hanya membuat DD makin terbukti tepercaya dalam menyalurkan ziswaf dan lainnya, tapi juga menjadi penggerak pemberdaya masyarakat sehingga meningkat kesejahteraan mereka.
    Salut Dompet Dhuafa!

  5. Dian says:

    Wah seru banget mbak bisa ikutan acara tour pemberdayaan dari Dompet Dhuafa ini
    Bisa tahu lengkap ya tentang program yang bersangkutan sekaligus bisa datang ke peternakannya langsung

  6. Senangnya bisa melihat lebih dekat kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Gak hanya menyiapkan hewan kurban, tapi sampai ada DD Farmnya gitu ya. Kesehatan hewan kurban diperhatikan betul, gak perlu khawatir deh sama PMK yang lagi marak belakangan ini.

  7. Katerina says:

    Seru banget mbak tour nya. Liputannya juga lengkap. Salut sama DD dengan program pemberdayaannya. Dari awal sejak kedatangan hewan kurban sampai ke penjualan untuk kurban. Aku agak telat nih baca info seperti ini. Kalau gitu mau juga pesan buat kurban, tapi tahun depan aja. Terima informasinya yang sangat berguna ya mbak.

  8. Ade UFi says:

    Wah ternyata DD punya lahan pertanian juga ya di Gunung Kidul. Salut memang ya. Jadi bener2 uang umat diberdayakan dengan baik utk umat juga

  9. Lidya says:

    Pemberdayaan dari Dompet Dhuafa membantu masyarakat setempat juga ya supay alebih produktif memanfaatkan lahan. Produk yang dihasilkan dari pemberdayaannya juga bisa bermanfaat untuk banyak orang. Senang sekali punya kesempatan berkeunjung ke lokasi pemberdayaan Dompet Dhuafa

  10. Gusti yeni says:

    Dompet dhuafa ternyata telah memberikan banyak manfaat buat masyarakat ya mak. Semoga Dompet dhuafa makin jayaaa

  11. Baru kali ini loh tau konsep tanam padi bersejajar dengan memelihara ikan. Bisa panen dalam dua hal ya, padi dan ikan. Bagus juga nih konsep pengembangan pertanian padinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!