Komik Sufi Rumi: Kisah dan Hikmah Pencerah Hati

Hai bunda,

Resensi buku kali ini adalah buku terbitan Mizania Komik. Sejujurnya saya adalah penggemar buku buku terbitan Mizan, kenapa? Karena buku bukunya bagus dan berbobot. Beberapa buku seperti Quranic Wisdom, Meraih Cinta Ilahi dan Renungan Renungan Sufistik adalah beberapa buku yang saya suka. Karena saya penyuka tema tema sufistik, karya terbitan Mizan selalu mampu membawa saya asyik menikmati setiap helai halaman. Bagaimana tidak, bahasan yang berat bisa diulas oleh penulisnya dengan sangat ringan, membumi dan mudah dipahami oleh bunda awam seperti saya.

Seperti buku Komik Sufi Rumi ini, kisah dan hikmah yang disajikan begitu menyentuh dengan visual yang sederhana dan ringan. Kita diajak untuk menjelajahi pola pikir sang Rumi dalam memahami hikmah dengn cara yang renyah.

Berabad abad lalu Rumi mampu memikat dunia dengan kisah kisah hikmahnya, puisi, serta syair syairnya. Jutaan manusia mendapatkan pencerahan hati dalam kata katanya.

Kearifan Rumi kemudian bertransformasi menjadi sesuatu yang segar untuk dinikmati. Komik Sufi Rumi menjadi begitu mudah dipahami oleh pembaca dalam berbagai rentang usia dan latar belakang-tanpa kehilangan kedalaman hikmahnya.

Kisah hikmah berilustrasi hitam putih sederhana yang disajikan oleh penulis Andityas Praba dan komikus Rizki Goni, mampu membuat kita tersenyum getir menertawakan diri sendiri yang tak jarang tersindir oleh hikmah yang disajikan.

Buku setebal 141 halaman ini sukses mengajak saya tersenyum, tertawa, dan merenung. Buku ini mampu menuntun kita ke arah pencerahan hati dengan caranya yang unik dan asyik. Terdiri dari 2 bagian utama yaitu:mengenal Maulana Jalaluddin Rumi dan isi cerita yang disajikan per hikmah, buku ini cukup menjabarkan dengan sederhana pemahaman tentang konsep Sufi Rumi beserta siapa Sang Rumi.

Bagi saya, mas Anditya Praba yang ternyata merupakan keluarga Alumni Gadjah Mada atau Kagama ini berhasil menarik saya ke pusaran hikmah Sufi tanpa merasa digurui. Beliau dengan kesederhanaan bahasanya justru mengajak saya untuk mengambil hikmah tanpa gegabah, mengajak pembaca untuk kembali merenungi hidupnya.

Bunda, yuk sekali kali baca buku seperti ini. Agar bertambah wawasan hati kita, karena tidak hanya otak saja yang butuh makanan pengetahuan, hati juga💚💚💚.

Selamat hari Selasa,

Bunda Nisa

Leave a Comment